Sebagai seorang ayah dengan tiga orang anak tentu harus bisa mengenali ketiganya. Tidak hanya kecerdasannya saja tetapi kenali potensi diri yang ada di dalam diri anak tersebut. Karena saya yakin sekali bahwa setiap anak mempunyai karakter, kecerdasan, dan potensi yang berbeda-beda.
Anak saya yang pertama namanya Adnan Muhammad Taufiqulhakim lebih sering dipanggil Adnan oleh teman-temannya. Saat ini beliau duduk dibangku kelas VIII MTs di Jombang Jawa Timur. Dia tinggal dengan Uwaknya dan tidak tinggal bersama orang bau tanah dan adik-adiknya.
Walaupun lokasinya berjauhan tetapi komunikasi tetap berjalan lancar memakai media umum menyerupai Facebook Messenger dan smartphone. Anak pria yang satu ini hobinya bermain game dan ngoprek game. Berbagai game sering beliau mainkan dari Pokemon Go, FIFA Online 3, Rise of Tomb Rider, PES dan lain-lain.
Walaupun lokasinya berjauhan tetapi komunikasi tetap berjalan lancar memakai media umum menyerupai Facebook Messenger dan smartphone. Anak pria yang satu ini hobinya bermain game dan ngoprek game. Berbagai game sering beliau mainkan dari Pokemon Go, FIFA Online 3, Rise of Tomb Rider, PES dan lain-lain.
Permainan tersebut tentu ada yang bisa dijalankan secara offline dan online. Untuk yang online sudah barang tentu harus memakai saluran Wi-Fi yang kencang biar tidak mengalami hambatan dalam memainkan game tersebut.
![]() |
| Adnan Muhammad Taufiqulhakim (Facebook Adnan) |
Selain bermain game beliau juga bahagia membuat meme-meme yang sesuai dengan isi hati, perasaan atau hal-hal yang berdasarkan beliau menarik. Dia membuat meme hasil karyanya kemudian dibagikan ke media umum yang dimilikinya.
Sebagai orang bau tanah tentu sering mengingatkan untuk jangan tidur terlalu larut, jangan lupa belajar, mengaji dan istirahat yang cukup. Karena kebanyakan anak yang hobi bermain game sering lupa waktu. Tetapi kebiasaannya bermain game tidak pernah saya larang tapi justru diarahkan biar lebih produktif.
Usaha yang saya lakukan yaitu mengarahkan beliau untuk membuat tutorial permainan game yang beliau sukai kemudian dibagikan ke media umum Youtube. Saya mengarahkan dengan membuat judul dan deskripsi yang banyak dicari oleh orang di Youtube.
![]() |
| Meme karya Adnan (Dokumen Facebook Adnan) |
Saran saya beliau laksanakan dan benar saja video yang beliau unggah ke Youtubenya banyak ditonton oleh pengguna Youtube. Bermodalkan laptop ASUS dengan aplikasi Video Editor dan smartphone yang dibenamkan aplikasi Mobizen.
Akhirnya beliau membuat beberapa video tutorial ihwal cara bermain game dan trik-trik ketika bermain game kesukaannya kepada orang lain. Dan yang membanggakan beliau sudah mendapat PIN dari Youtube dan tinggal menunggu waktu saja bisa Payment dari Youtube. Ini beberapa video Youtube hasil karya Adnan :
Sedangkan anak yang kedua berjulukan Siti Faiza Firdausya Kirana biasa dipanggil Faiza. Anak yang satu ini memang suka sekali dengan yang namanya menyanyi terutama dalam Bahasa Inggris. Dia sering sekali mencari video klip artis favoritnya menyerupai Jacob Sartorius di Youtube.
Dari hobinya melihat dan mendengar lagu berbahasa Inggris ternyata bisa memperbanyak kosa kata beliau dalam Bahasa Inggris. Sehingga nilai mata pelajaran Bahasa Inggris di kelasnya tidak kalah dengan teman-teman yang lainnya.
Selain hobi mendengarkan dan menonton video Youtube, anak yang kedua ini juga mempunyai hobi jeprat-jepret makanan atau masakan dan juga traveling. Maka setiap ada kesempatan beliau selalu mengambil gambar dengan memakai smartphone-nya.
Dia juga sering memakai smartphone ASUS-nya untuk Lip sync lagu-lagu favoritnya melalui aplikasi Musical.ly dan dishare ke Instagram atau Facebook-nya. Sebagai orang bau tanah tentu harus mengawasi apa saja yang dilakukan dengan smartphonenya selain hobinya tadi dengan sesekali mengecek riwayat browser, galeri dan aplikasi yang sering digunakannya termasuk media umum yang digunakannya.
Selain hobi mendengarkan dan menonton video Youtube, anak yang kedua ini juga mempunyai hobi jeprat-jepret makanan atau masakan dan juga traveling. Maka setiap ada kesempatan beliau selalu mengambil gambar dengan memakai smartphone-nya.
![]() |
| Siti Faiza dengan media sosialnya (Dokumen Pribadi) |
Sementara itu anak yang ketiga berjulukan Siti Shaffa Silvina Salsabila biasa dipanggil Shaffa. Anak yang satu ini paling jarang belajar, hobinya menggambar. Seringkali beliau minta kertas A4 yang gres untuk menggambar, sampai balasannya saya berikan tablet ASUS ZenPad 7.0.
Di tablet ini beliau sangat menyukai aplikasi Super Note untuk menggambar. Dia sering menggambar komik aksara buatannya sendiri tidak menggandakan orang lain. Bahkan terkadang saya tidak pernah mengajarkan bagaimana cara menggambar kepada beliau tetapi beliau mempunyai talenta sendiri dalam menggambar komik.
![]() |
| Komik Karya Siti Shaffa Silvina Salsabila (Dokumen Pribadi) |
Dari hobinya ini saya membelikan stylus untuk menggambar di tablet ASUS ZenPad 7.0. Kemudian mengarahkan beliau untuk membuat komik dan dipublikasikan ke salah satu media informasi online yang menyediakan kanal Komik. Siapa tahu dari hobinya itu membuat karyanya bisa dilihat oleh orang banyak dan bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri.
Selain menggambar beliau juga sering menonton video Youtube. Karena beliau masih anak SD beliau suka sekali menonton video tutorial cara membuat slime dan squishy. Dari aktivitasnya tersebut beliau sering mempraktekkannya di rumah tentunya didampingi oleh Ibu dan kakaknya.
![]() |
| Hobi saya merangkai kata melalui blog (Dokumen Pribadi) |
Untuk itu diharapkan perangkat yang bisa menyalurkan hobi dan talenta tersebut secara baik. Dari yang hobi bermain game, menggambar, membuat dan menonton video, menulis blog dan akitivitas lainnya termasuk untuk sarana hiburan dan pekerjaaan. Salah satu perangkat terbaik dan mendukung semua acara tersebut yaitu dengan memakai ASUS ROG GX800.
Berikut ini alasan menentukan ASUS ROG GX800 :
Layar Keren
![]() |
| Layar ASUS ROG GX800 (Gambar ASUS Indonesia) |
ASUS ROG GX800 mempunyai luas penampang layar (display) yang lebih besar dibandingkan ROG GX700 yakni 18,4 inci. Dengan ukuran yang luas menyerupai ini bisa dipastikan akan leluasa ketika bermain game, mengedit video, membuat goresan pena dan acara lainnya.
Panel dari notebook ini mempunyai beresolusi Ultra HD alias 4K (3840X2160), layar ROG GX800 telah dilengkapi dengan tingkat refresh rate 60Hz. Artinya layar bisa menampilkan sebanyak 60 gambar per detiknya dan dilengkapi kartu grafis mutakhir biar menghasilkan kualitas gambar yang dihasilkan bisa ditransmisikan dengan baik.
VGA Paten
Sementara itu untuk kartu grafis dari ASUS ROG GX800 memakai tipe 2 Way SLI GTX1080. Dua buah VGA card GTX 1080 yang ditanam di dalam notebook ini performa dan kinerja ketika digabungkan untuk menghasilkan satu kekuatan yang lebih besar. Sehingga kalau dipakai untuk urusan grafik untuk bermain game bisa berjalan mulus ketika dimainkan, dan edit video tidak ada istilah ngelag.
Notebook ini mempunyai dua buah kartu grafis NVIDIA GTX1080 secara spefikasi mempunyai CUDA Core sebanyak 2560, sementara base clock 1607 MHz dan boost clock 1733 MHz. Satu buah GTX 1080 mempunyai VRAM sebesar 8 GB GDDR5X dengan jalur memori bus selebar 256 bit berkecepatan 10 Gbps. Sehingga sangat cocok dipakai untuk menjalankan game dengan cepat terutama ketika memakai game online.
Prosesor Mentereng
Sementara prosesornya, Intel Core i7-7820HK, mempunyai kecetapan clock speed lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yakni 4,6GHz. Clock speed yang lebih tinggi tentu saja kuat besar pada kinerja dan processing speed pada komputer secara keseluruhan, antara lain bisa meningkatkan frame rate (FPS) pada game.
Clock speed yang lebih tinggi juga bisa mempercepat waktu rendering 3D/video editing dan mempercepat banyak sekali aplikasi yang sangat boros daya atau resource intensive, menyerupai game dan beberapa aplikasi sosial media yang menggabungkan foto, video dan teks sekaligus di dalamnya. Clock speed sanggup ditingkatkan melalui tools atau aplikasi khusus yang telah disediakan ASUS secara pre-installed pada notebook tersebut yakni ASUS Gaming Center. Sedangkan sistem operasi yang dipakai sudah memakai Windows 10 Home.
Memiliki Docking Watercooling
ASUS mendesain ulang konsep pendinginan pada watercooling di ROG GX800. Pada seri terbarunya ini, ASUS menyampaikan telah membuat aliran watercooling yang terbuat dari radiator tersebut bisa mengaliri dua buah GPU sekaligus CPU yang terpasang di dalam notebook tersebut untuk mendinginkan sistem.
Hal itu pula yang bisa membuat CPU-nya bisa di overclock sampai frekuensi 4,6GHz dengan kondusif ketika dalam mode docking mode (notebook telah terpasang dengan docking watercooling). Berbeda dengan ASUS ROG GX700, ketika dalam mode docking mode, pengguna harus memasang dua buah charger yang totalnya mencapai daya 660W. Satu charger dipasang di notebook dan satunya lagi harus dipasang pada pada watercooling.
Penyimpanan Lebih Lapang
Jenis media penyimpanan cepat berbasis SSD yang ditambah menjadi 3 buah. ASUS ROG GX800 memakai media penyimpanan buatan Samsung yakni SM951 yang diklaim sebagai Solid State Drive tercepat kurun ini. SSD tersebut juga mempunyai fitur NVMe alias Non Volatile Memory Express yang memanfaatkan slot PCIE Generasi ke-3 M.2 untuk memaksimalkan kecepatan bandwidth-nya.
Seperti diketahui Slot PCIE4 mempunyai kecepatan 4 kali lebih cepat dibandingkan dengan SATA3 atau mungkin bisa dibilang ini yaitu koneksi media penyimpanan paling cepat ketika ini. Slot PCIE 4 menghasilkan kecepatan membaca SSD sampai 20Gb per detik, atau 4 gigabyte lebih cepat dibandingkan dengan Raid 0. Penggunaan PCIE 4 juga lebih kondusif dan tahan lama, alasannya kalau salah satu keping SSD rusak, maka keping SSD lain tetap aman.
Antena WiFi Eksternal
Notebook ini juga dilengkapi dengan WiFi antena eksternal. Dengan memakai eksternal WiFi kemampuannya dan kecepatan notebook dalam menangkap sinyal menjadi lebih baik dibandingkan WiFi antena standar.
ASUS sendiri mengklaim bahwa daya jangkaunya dalam menangkap sinyal sanggup di boost sampai 50 persen lebih baik daripada mengunakan antenna standar. Hal ini memudahkan para gamers ketika hendak memainkan game online ketika tidak memakai LAN.
![]() |
| Antena WiFi Eksternal (Gambar ASUS Indonesia) |
Bodi Menawan
ASUS ROG GX800 mempunyai desain serupa dengan predecessor-nya, tetap saja basis rancanganya lebih disempurnakan. Kali ini ASUS telah beralih dari single LED keyboard yang berwarna merah, menjadi memakai RGB keyboard yang sanggup memancarkan bermacam warna.
Selain itu keyboardnya pun sekarang telah memakai mekanikal keyboard. Hal ini mudah membuatnya kenyamanan dan daya tahan papan ketik tersebut menjadi lebih unggul dari sebelumnya. Feel ketika menekan keyboard tersebut terasa clicky juga sangat halus dan empuk. Tombol WASD diberikan warna agak bold dengan aksen putih disekelilingnya. Sementara tombol untuk memanggil aplikasi ASUS Gaming Center berpindah dari sebelumnya terletak berdekatan dengan Numlock menjadi memojok di bab atas berdampingan dengan tiga tombol makro key, video record, serta volume min and max.
Perangkat ini juga mempunyai trackpad yang sangat responsive dan punya daya jelajah yang amat luas. Trackpad buttonnya pun dibentuk dengan sangat baik dan empuk ketika ditekan. Satu yang sedikit agak berbeda, logo ASUS yang berada di sebelah kanan notebook ikut menyala ketika perangkat dihidupkan. Terlebih ketika Anda telah mengkonfigurasi RGB-nya, logo itu akan turut memancarkan warna-warni yang bakal memikat mata.
Secara otomatis, alasannya memuat duah buah graphic card, membuat ASUS ROG GX800 menjadi mempunyai ketebalan dan bobot yang lebih berat dibandingkan adiknya si GX700, yakni 45mm untuk tebalnya dan 5,7 KG untuk hanya bobotnya.
Docking Watercooling Lebih Bertenaga
Secara fundamental konsep ASUS ROG GX800 hampir sama dengan GX700. Ide mulanya adalah, adanya cita-cita untuk membuat komputer mobile yang performaya sanggup menyamai perangkat desktop. ASUS sepertinya sangat berambisi akan gagasan ini dan memulai riset untuk membuat teknologi ini watercooling semenjak 2003.
Dalam implementasinya, sebagai sebuah notebook ASUS ROG GX800 yaitu perangkat yang cukup portable walau sejujurnya bobot maupun dimensinya sedikit merepotkan untuk dibawa-bawa. Tetapi beliau yaitu sahabat ideal bagi para gamer yang benar-benar membutuhkan performa.
Sementara ketika ingin difungsikan sebagai desktop replacement, Anda bisa memanfaatkan spesifikasi hardwarenya yang sekelas dengan PC desktop yakni prosesor Intel i7-7820HK berkecepatan 4,2GHz, RAM 64GB DDR4 2800MHz, dua buah GPU GTX 1080 SLI dikombinasikan dengan HDD sebesar 1,5 TB dan fitur NVMe SSD RAID 0.
Port Input Output Lengkap
The Real Monster Gaming Machine ini, mempunyai port HDMI 2.0 untuk memfasilitasi monitor 4K dengan tingkat refresh rate 60Hz. Adapula display port 1.3 yang mendukung 8K monitor (60 Hz) atau dual 4K monitor 60Hz.
![]() |
| Port yang ada pada ASUS ROG GX800 (Gambar ASUS Indonesia) |
Ada 2 buah USB 3.1 Type C yang telah mendukung Thunderbolt 3.0, 3 buah USB 3.0 Type A, Headphone jack, mic jack, WiFi Antena eksternal serta 2-1 card reader. Tidak lupa juga LAN port dan Kensington lock. Sementara bicara soal pendinginan, notebook ini punya exhaust yang terletak di belakang notebook untuk mengeluarkan panas. Sementara dua buah ventilasi yang terletak di kanan dan kiri perangkat berkhasiat untuk menyaring udara yang masuk.
Dual Array Microphone
Untuk mendukung multiplayer gaming menyerupai LAN Party yang membutuhkan real time video chat yang ketika ini sedang tren, ASUS juga memperlihatkan fitur dual array microphones yang sanggup menangkap bunyi dengan jernih tanpa harus terganggu bunyi lingkungan yang berisik di suatu kawasan atau ketika kau sedang mengikuti kompetisi gaming outdoor.
Teknologi Noise Supression yang dimiliki ASUS juga sanggup melaksanakan penyaringan polusi bunyi yang dihasilkan pengguna menyerupai bunyi ketika mengetuk papan ketik, bunyi kipas notebook sampai audio yang dikeluarkan game itu sendiri. Sehingga lawan bicara sanggup mendengar bunyi Anda dengan terperinci tanpa terganggu bunyi lain yang tidak diinginkan.
Dilengkapi ASUS GameFirst III
Selain performa notebook tinggi untuk mendukung gaming experience pengguna, ASUS juga memperlihatkan fitur ASUS GameFirst III yang akan mengoptimalkan koneksi internet untuk kebutuhan gaming dibandingkan dengan kebutuhan lainnya yang tidak mendukung kebutuhan gaming.
Sehingga kita tidak perlu takut untuk menjalankan aplikasi lain di background, atau sambil mendownload file dari internet ketika bermain game, alasannya bandwidth internet akan diutamakan untuk kebutuhan bermain game.
Sehingga kita tidak perlu takut untuk menjalankan aplikasi lain di background, atau sambil mendownload file dari internet ketika bermain game, alasannya bandwidth internet akan diutamakan untuk kebutuhan bermain game.
Hasil Benchmark ASUS ROG GX800
Penulis melaksanakan benchmark berdasarkan tiga buah mode yang ada pada ASUS GX800 yakni ekstrim, optimized dan standart. Secara otomatis ketika modenya ditingkatkan, dari standar menuju optimized dan ekstrim, kemampuannya akan eksklusif meningkat.
Penulis ingin menyajikan peningkatan kemampunya melalui screenshot benchmark berikut ini salah satunya Extreme Mode silakan lihat videonya :
Kesimpulannya segala kemampuan dan spesifikasi hardware yang terdapat pada notebook ASUS ROG GX800 ini yaitu the real monster gaming notebook kurun ini atau setidaknya pada tahun ini. Selama belum vendor yang memperlihatkan kekuatan lebih gahar pada perangkat gamingnya. Rasanya kekuatan dari GX800 belum akan tertandingi.
Mengenal Dan Menyebarkan Potensi Diri Anak Bersama Asus
4/
5
Oleh
Anonymous










