![]() |
| Foto bareng sehabis pembinaan blog di Pendopo Kabupaten Indramayu (Sumber Foto : Deni Sanjaya) |
Sejak beberapa bulan belakang ini saya sering disebut oleh atasan dan rekan-rekan satu kerjaan sebagai blogger nasional. Padahal bersama-sama saya masih blogger biasa yang belum terlalu jago di bidang perbloggeran beda dengan teman-teman yang sudah menguasai seluk beluk dunia perbloggeran.
Mungkin saya disebut sebagai Blogger Nasional alasannya sering mengikuti aneka macam acara atau event di aneka macam kawasan yang ada hubungannya dengan dunia perbloggeran. Dari kopdar blogger, jalan-jalan bareng blogger sampai makan-makan dengan blogger.
Padahal bersama-sama saya sadar bahwa saya bukanlah blogger yang ada di kota besar, tetapi alhamdulillah saya sering diundang di aneka macam acara dari yang bertajuk blogger gadget dan tekno, blogger otomotif, blogger traveler, sampai blogger kuliner.
Keempat kategori blog tersebut memang saya nikmati, sebagai blogger yang sering mengulas gadget dan teknologi tentu saya bahagia disebut sebagai blogger gadget dan tekno, sering naik sepeda motor dan menikmati kenyamanan kendaraan beroda empat saya sering diundang sebagai blogger otomotif. Selain itu saya juga paling doyan yang namanya jalan-jalan dan masakan ke aneka macam kawasan maka saya juga bahagia ketika disebut sebagai food blogger atau blogger traveler.
Tapi yang niscaya saya ini blogger daerah, alasannya lokasi saya jauh dari yang namanya kota. Dari kota Indramayu masih jauh, saya tinggal di kawasan pinggiran yang kalua ke kota harus menempuh perjalanan selama hamper satu jam memakai sepeda motor.
Saya lebih bahagia dengan istilah Blogger Daerah atau Blogger Desa, Karena blogger kawasan atau blogger desa itu lebih tenang dan damai. Berbeda dengan blogger kota yang saling berebut massa dan pengaruh. Sehingga saya yang di kawasan pun sering mendengar perseteruan antar blogger bahkan diantara mereka sekarang sudah tidak bertegur sapa sampai unfriend di media sosial.
Asal muasal dari itu semua yaitu masalah uang. Orang yang merasa dirinya paling berjasa dengan mendatangkan banyak sponsor, sudah bersahabat dengan merk ternama, kemudian ia dikeluarkan dari komunitasnya sehingga alhasil ia yang mengambil tugas sendiri bukan lagi komunitas. Kemudian ia sendiri yang mengorganisir acara blogger tersebut dan mengatasnamakan diri sendiri bukan lagi komunitas blogger yang selama ini ia bernaung.
Selain uang, perseteruan antarblogger juga alasannya beda pendapat, opini, ego bahkan perbedaan pilihan. Sejak pemilihan presiden yang kemudian sampai sekarang pemilihan bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota, dan gubernur dan wakil gubernur masih saja ada perseteruan antarblogger sehinga diantara mereka tidak saling sapa gara-gara itu.
Kami (Komunitas Blogger) di kawasan merasa lebih nyaman dan hening walaupun kami sering kebingungan ketika akan mengadakan event blogger. Mondar-mandir cari sponsor tetapi yang sering kami dapatkan jalan buntu. Padahal anjuran tersebut berisi pembinaan blog untuk pelajar atau mahasiswa, guru, UKM atau masyarakat umum. Sehingga alhasil kami harus membebankan kepada peserta.
Beruntung blogger dan masyarakat di kawasan kami (Indramayu) masih antusias, mereka bahkan rela merogoh koceknya dengan mengeluarkan dana sampai seratus ribu hanya untuk pembinaan blog. Berbeda 180 derajat dengan blogger yang ada di kota.
Mereka cukup tiba ke program atau permintaan blogger, kemudian pendaftaran dan eksklusif diberi goodie bag, sehabis itu ada makan dan minum gratis, kemudian ikutan kuis atau lomba blog, pulangnya sanggup mampu gadget lagi. Bahkan beberapa blogger kota eksklusif diminta nomor rekeningnya alasannya ada dana yang akan ditransfer sehabis blogger menulis artikel.
Kami sadar sudah bukan waktunya lagi kami berseteru, bukan lagi waktunya kita bermusuhan. Lebih baik kita melaksanakan agresi untuk terus mengembangkan dan mengedukasi masyakarat akan pentingnya blog bagi kehidupan insan sebagai makhluk sosial.
Kalau sudah rejeki tidak akan kemana, walaupun tinggal di desa tetapi rejeki sudah ada yang mengatur. Kami masih sering kecipratan rejeki dari brand-brand dari kota dari job review, placement iklan, mengulas gadget terbaru, bahkan masih sering diundang jalan-jalan ke aneka macam daerah.
Bertepatan dengan Hari Blogger Nasional ini, saya mengetuk hati rekan-rekan blogger yang selama ini masih berseteru dan tidak saling menyapa untuk saling berjabat tangan dan kembali akur baik secara eksklusif atau pun secara online. Yuk buat Indonesia lebih baik dari kita Blogger Indonesia.
Selamat Hari Blogger Nasional
Blogger Kawasan Yang Selalu Nyaman Dan Tenang
4/
5
Oleh
Anonymous
