Ratusan Relawan Tik Dari Seluruh Indonesia Meriahkan Pekan Raya Tik 2015 Di Bandung

Festival TIK 2015 di Sasana Budaya Ganesha Bandung


Bandung kembali didatangi tamu-tamu istimewa kali ini tiba dari perwakilan relawan seluruh Indonesia. Hebatnya lagi kali ini yang hadir yaitu para relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang konsisten menawarkan kepedulian dan edukasi wacana internet kepada masyarakat dari seluruh Indonesia.

Ratusan relawan TIK dari seluruh Indonesia sudah memenuhi kota Bandung semenjak hari Rabu dari pagi sampai malam hari. Spot-spot penjemputan pun disiapkan oleh panitia dari mulai bandara, stasiun, bahkan sampai terminal.

Acara ekspo TIK tahun 2015 berbeda dengan ekspo TIK sebelumnya lantaran kedatangan tamu-tamu kehormatan menyerupai Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Bapak Rudiantara, Bapak Budiman Sujatmiko, dan Bapak Ridwan Kamil Walikota Bandung yang dikenal dengan penemuan dan kreativitasnya serta tamu istimewa lainnya. 

Paduan bunyi dari UIN Bandung

Acara ini juga dimeriahkan pula oleh paduan bunyi dan para penari. Pada kesempatan ini Bapak Ridwan Kamil menawarkan sambutan sebagai tuan rumah dan menunjukkan keberhasilan kota Bandung sebagai smart city kepada para relawan TIK seluruh Indonesia wacana aplikasi-aplikasinya dalam bidang e-government, e-budgeting dan lain sebagainya. Acara ini juga dimeriahkan pula oleh paduan bunyi dan para penari.

Dia juga menjelaskan tugas serta aktif dari masyarakat untuk menawarkan laporan, keluhan wacana pelayanan publik pemerintah kota Bandung. Dia mencontohkan kalau ada warganya yang melihat agresi kejahatan atau terkena agresi kejahatan. Kini warganya dapat melaporkan dengan mengirim SMS atau menelepon dengan arahan tertentu kepada Bandung Command Center untuk dilanjutkan kepada pihak kepolisian. 

Ridwan Kamil

Selain Walikota Bandung Menkominfo Rudiantara juga menawarkan sambutan kepada relawan TIK seluruh Indonesia yang pada dasarnya membahas wacana keinginannya untuk memanfaatkan internet untuk memajukan kesejahteraan rakyat seluruh Indonesia. Acara menyerupai ini jangan hanya seremonial belaka tetapi dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. 

Rudiantara juga menyinggung masih lambannya saluran internet di daerah-daerah. Oleh alasannya yaitu itu beliau meminta para penyedia saluran internet untuk meningkatkan kualitasnya. Saat ini pemerintah sedang mengembangkan saluran broadband baik yang memakai kabel maupun yang mobile.

Stand Qwords (Foto Twitter @Prb_gk 

Agar masyarakat Indonesia dapat menikmati saluran internet sampai ke pelesok desa di seluruh wilayah Indonesia. Selesai menawarkan sambutan dan pembukaan aktivitas Festival TIK, Bapak Rudiantara juga meninjau booth-booth yang ada di Festival TIK bersama Perwakilan Gubernur Jawa Barat, Wakil Walikota Makasar. Banyak booth yang hadir pada aktivitas ini selain dari provider internet, penyedia layanan, komunitas relewan TIK, penyedia jasa layanan domain dan hosting salah satunya yaitu Qwords, dimana tempat blog ini menjadi salah satu pelanggannya. 

Setelah meninjau booth di sekitar arena Festival TIK 2015, Rudiantara kembali ke ruangan dan didaulat untuk mengukuhkan para relawan TIK dari banyak sekali wilayah Indonesia. Selain akreditasi juga diadakan pendeklarasian relawan TIK Indonesia dihadapan menteri dan undangan. 

Selepas aktivitas pendeklarasian dan akreditasi relawan TIK, aktivitas dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan pembicara-pembicara menarik menyerupai Budiman Sudjatmiko, Achmad Sugiarto yang membahas wacana Smart City dan Smart Village. Pada kesempatan ini dijelaskan bahwa Smart City dan Smart Village tidak melulu problem teknologi saja tetapi di dalamnya yaitu tugas serta masyarakat memakai internet dan aplikasi-aplikasi tersebut untuk kesejahteraannya. 

Sesi kedua dilanjutkan sehabis akseptor break untuk makan siang dan shalat, aktivitas dilanjutkan ke diskusi panel dengan menghadirkan pembicara-pembicara menarik lainnya. Tetapi sayang aku tidak mengikuti aktivitas tersebut lantaran harus live streaming semenjak pukul 13.45 menit sampai pukul 14.35 menit dengan TV One perwakilan dari Blogger dan juga guru wacana maraknya ijazah palsu. 

Workshop Festival TIK 2015
Setelah mengadakan live streaming dengan TV One aku dan rekan-rekan relawan TIK masuk ke ruang workshop. Workshop yang aku ikuti yaitu Blog Untuk Sharing Bahan Ajar yang dibawakan oleh Namim AB. Karena pemateri sering menyebut nama aku sebagai guru yang suka ngeblog maka sehabis aktivitas banyak akseptor yang bertanya kepada aku wacana blog dan pemanfaatannya untuk materi ajar. Sebagai blogger aku pun tidak keberatan untuk menyebarkan ilmu dan pengalaman kepada mereka. 

Kemudian sehabis mengikuti aktivitas workshop yang pertama, aku pun mengikuti workshop yang kedua dengan tema “Dari Kata Menjadi Cerita” yang dibawakan oleh Bang Aswi. Dia menjelaskan bagaimana cara menulis yang efektif dan efisien salah satu caranya yaitu dengan menulis pokok-pokok penting yang beliau lihat, beliau dengar di notebook atau buku catatan kecil, sehabis itu gres merangkai katanya di rumah. 

Bang Aswi
Dia juga mengingatkan para akseptor untuk menulis dibutuhkan waktu, fokus dan jadwal. Dia mencontohkan dirinya menulis dikala pagi hari sebelum anak-anaknya bangkit dan sebelum tidur ketika anak-anaknya sudah tidur. Scheduling atau penjadwalan sangat diharapkan untuk tetap menjaga ritme menulis terutama menulis di blog. 

Acara workshop ini diikuti tidak hanya dari relawan TIK tetapi juga dari masyarakat umum menyerupai pelajar, mahasiswa dan pendidik. Mereka rata-rata mengingkan akta sebagai salah satu keharusan dari guru atau dosennya. 

Sosialisasi Relawan TIK


Selepas aktivitas workshop kami beserta rombongan dari Relawan TIK kembali ke penginapan untuk mandi dan shalat. Setelah itu kami kumpul di aula untuk mengikuti rakernas Relawan TIK. Acara ini sangat sederhana tetapi bermakna lantaran akseptor memperkenalkan satu sama lain, juga menjelaskan wacana program-program relawan TIK ke depannya.

Itulah kemeriahan Festival TIK 2015 hari pertama di Bandung yang diikuti oleh ratusan akseptor relawan TIK dari seluruh Indonesia.

Related Posts

Ratusan Relawan Tik Dari Seluruh Indonesia Meriahkan Pekan Raya Tik 2015 Di Bandung
4/ 5
Oleh